DIA Siang itu awan mengeluarkan semua tangisannya, seolah-olah dia memiliki masalah dengan kehidupannya. Aku berjalan di tepi jalan meneduhi tubuhku dengan sebuah payung, aku sudah lelah, ingin cepat-cepat pulang dan beristirahat di rumah, namun sayangnya keadaan tak memihak padaku. aku terpaksa menempuh jalan karena entah kenapa pada saat itu tidak ada bis yang bisa kunaiki:( . setelah lama berjalan akhirnya aku datang di sebuah tempat, disana adalah tempatku mengadu, tempatku mendapatkan kasih sayang ayah ibu, tempat aku menghapus penat lelahku, yaitu RUMAHKU. Toktoktok.......suara ketukan pintu rumah yang kuketuk diselingi dengan bacaan salam. ibu membukakan pintu ...
Semangat terus dalam berkarya bang.. semoga selalu menjadi yang terbaik dan bermanfaat untuk semua orang..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSemangat bng,semoga bisa bikin karya karya yg bagus
BalasHapus